Monday, June 18, 2012
Setelah dilakukan penelitian terhadap kandungan kimia
yang terdapat pada madu dan berbagai macam manfaatnya, bisa
dijelaskan secara ringkas keistimewaan pengobatanmenggunakan madu dari
penyakit- penyakit yang menimpa tubuh manusia. Berikut ini
penjelasannya.
a. Menyembuhkan Penyakit Anemia (Kurang Darah)
Madu mengandung zat-zal kimia yangsangat bermanfaat untuk
menambah jumlah hemoglobin pada sel darah merah. Hal ini telah
dibuktikan berdasarkan penelitian ilmiah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa
madu adalah obat yang sangat bermanfaat bagi penderita anemia.
b. Menyembuhkan Pengakit InfeksiSaluran Pernafasan
Cara penyembuhan penyakit infeksisaluran pernapasan dengan
madu adalahcukup dengan menghirup larutan madu 10%(dicampur air panas)
selama lima menit. Hasil penelitian ilmiah telah menetapkan bahwa
persentase keberhasilan pengobatan dengan cara ini adalah 90%. Hal
ini karena madu mengandung zat yang mudah menguap dan sangat
bermanfaat untuk pengobatan.Demikian juga dengan persentase
keberhasilan untuk menyembuhkan penyakitinfluenza.
c. Menyernbuhksn Penyakit Paru-paru (TBC)
Kita mungkin telah membaca sejarah ilmu kedokteran
bahwa dahulu, Ibnu Sina telah menggunakan madu untuk pengobatanpertolongan
pertama dalam mengobatipenyakit paru-paru (TBC). Begitu pun parailmuwan barat,
di antaranya adalah dokter-dokter yang mengajar di Universitas Kuyaif
di Ukraina. Pada tahun80-an mereka meyakini bahwa madu adalah obat
mujarab untukmenyembuhkan penyakit paru-paru (TBC), radang tenggorokan,
serta radang jaringan paru-paru. Pengobatan dengan menggunakan madu
sungguh telah menampakkan hasil yang sangat menakjubkan,
khususnya untuk menyembuhkan penyakit paru-paru (TBC) pada pertolongan
pertama. Bagaimana madu itu bisa menyembuhkan penyakit? Di sisi lain,
para ilmuwan belum berhasil mengetahui kandungan zat dalam madu
yang bisa membunuh mikroba TBC.
d. Madu Bermanfaat untuk Otot Jantung
Madu bermanfaat bagi otot jantung dalam hal
keterbatasannya saat bekerja. Untukjantung lemah, madu yang kaya akan zat
gula, garam mineral, enzim, dan vitamin mampumembuat otot jantung menjadi
kuat. Jadi, tidaklah salah jika madu diibaratkan sebuahapotek yang lengkap
dengan obat-obatan untuk mengobati berbagai macam penyakit.
e. Menyembuhkan Gangguan Urat Syaraf
Penyakit susah tidur, pusing, dan ketegangan urat
syaraf dapat diatasi denganmengonsumsi madu. Oleh karena itu, banyak orang
yang merasakan kesehatannya kembali pulih setelah meminum madu.
f. Menyernbuhkan Penyakit Lambung
Madu merupakan zat yang mampu melakukan reaksi alkali.
Reaksi ini bisa menetralisasi asam dengan cara membentuk garam.
Dengan demikian, madu merupakan obat utama yang mampu menetralkan
asam lambung dan penyakit yang ditimbulkannya, seperti infeksi lambung
dan usus dua belas jari. Waktu yang paling tepat untuk
mengonsumsi madu adalah saat lambung kosong dari makanan. Berdasarkan
penelitian ilmiah, madu menyebabkan berkurangnya zat asam dan
hilangnya nanah infeksi setelah pengobatan dengan cara diminum dalam beberapa
minggu sejak masa pengobatan.
g. Menyembuhkan Pengakit Hati
Hati merupakan salah satu organ tubuh yang paling
penting. Hal ini karena seluruh proses metabolisme dan
reaksi metabolis terjadi di dalamnya. Tidak diketahui secara pasti
zat penyembuh hati pada madu. Akan tetapi, madu meminimalkan tingkat
keracunan bagian dalam tubuh yang dihasilkan hati. Yang pasti, di dalam
madu terdapat bahan-bahan obat sebagian penyakit hati, seperti hati
yang berminyak. Madu juga membantu perbaikan kondisi fungsi hati saat
menghadapi virus radang hati.
h. Menyembuhkan Penyakit Diare Ktritis dan Disentri
Pada uraian sebelumnya, kita sudah membahas tentang
adanya zat-zat pembunuhmikroba pada madu. Kita juga
telah menyebutkan hadits Rasulullah saw. Yang mulia yang menunjukkan
hal itu. Jadi, jelas bahwa madu adalah obat terbaik untuk
penyakit-penyakit ini dan penyakit lainnya, seperti penyakit usus dan usus
besar.
i. Menyembuhkan Penyakit Diabetes
Meskipun mengandung banyak zat gula,madu berkhasiat
mengobati gejala penyakit gula dan komplikasinya.
Sesungguhnya, mengonsumsi zat-zat kimia selain gula
berguna untuk membersihkan makanan dan minuman bagi para
pasien diabetes, seperti zat sokrol yang rasanya enak. Akan tetapi,
zat tersebut memiliki efek samping bagi tubuh. Oleh sebab itu,
banyak para ilmuwan berusaha meneliti zat lain selain sokrol dan gula
putih (gula tebu).
Banyak para ilmuwan menyebutkan bahwa para pasien
diabetes jika mengonsumsi madu akan mengalami perubahan di dalam hati
menjadi gula hewan/gula otot (glikogen). Setelah itu, biasanya tubuh
akan mendapatkan manfaat secara alami. Terdapat perbedaan besar
antara gula hewan/gula otot dengan gula anggur (glukosa).
Disebutkan bahwa gula buah (sukrosa) membentuk sebagian besar madu
(45%).
Pada tahun 1953, para ilmuwan Jerman: Karneim dan
kawan-kawannya menyatakanbahwa 50% gula buah (sukrosa) di dalam tubuh
akan berubah menjadi zat glikogen yang bermanfaat bagi pasien diabetes.
Kenyataan ini sampai kepada para ilmuwan Eropa, seperti Hatsnison,
Amoes, dan Toebys. Mereka menyebutkan bahwa madu obat adalah bahan
pembersih makanan dan minuman terbaik. Pemberian madu kepada pasien
diabetes sebanyak 20 gram saat berbuka puasa, 20 gram setelah waktu
zhuhur, tanpa perubahan apa pun pada pengobatan harian mereka, tidak
akan meningkatkan kadar gula darah. Madu yang digunakan harus alami,
bukan sebaliknya.
Madu terbaik bagi penderita diabetes adalah madu musim
panas karena lebah pada saat itu mengonsumsi manisan bunga tanpa gula
putih. Adapun lebah musim dingin,mengonsumsi gula putih karena
minimnya bunga pada musim dingin. Dua tokoh ilmuwan,Strews dan Ruzenfeld,
menyatakan bahwa gula yang berbeda akan menghasilkan hasil yang
beragam. Mengonsumsi gula buah yang sesuai dengan tubuh pasien, lebih
baikdibandingkan gula anggur (glukosa) dan gula putih (gula tebu). Hal itu
disebutkan pada buku Traete Biologie de L’adeille di tahun 1968.
Pada tahun 1971, di Negara Kakuta, wilayah
Wisconsin, Amerika, tersebar kisah insinyur Amerika penderita
diabetes. Setiap pengobatannya selalu mengalami kegagalan karena
komplikasi penyakit. Para tetangga menasihatinya untuk
mengonsumsi madu sebagai zat pembersih makanan dan minumannya. Dia
disarankan untuk menghindari gula putih. Dia menyerahkan urusannya
kepada para dokter. Akan tetapi, mereka menolaknya dan mengatakan
bahwa madu akan menambah buruk keadaannya. Meskipun dicegah, dia
tetap mengonsumsi madu sebagai bagian dari makanan dan minumannya.
Dia mengatakan bahwa setelah mengonsumsi madu sebagai bahan pembersih makanan
dan minumannya disertai penjagaan (controling), kadar gula di
dalam darahnya menurun drastis dan keadaannya juga semakin membaik.
Ketika hal itu dipublikasikan, dua orang berkebangsaan
Amerika (suami istri) yangmenderita diabetes beralih mengonsumsi banyak
madu dan buah. Pada akhirnya, sepasang suami-istri tersebut sembuh dari
penyakit diabetes. Dengan demikian, jelaslahbahwa mengonsumsi madu dan
banyak buah sangat bermanfaat bagi penderita diabetes.
Dengan judul Rihlatun Ilallahi wa Rasulihi
(Rihlah menuju Allah Swt. Dan Rasul-Nya) pada majalah Hadharatul
Islam (Peradaban Islam), jilid lima, edisi tiga, Dr. Musthafa Siba’i
menyebutkan pengalaman pribadinya ketika sembuh dari penyakit
diabetes dengan menggunakan madu. Tidak hanya itu, dia menjaga makanan
dengan memakan buah segar. Nyatalah sudah kebenaran hadits Rasulullah
saw. yang mulia berikut ini.
“Hendaklah kalian menggunakan dua penyembuh ini, AI
Qur’an dan madu.”
Berikut ini firman Allah Swt.
‘… di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi
manusia….’ (QS An Nahl, 16: 69)
Beliau mengatakan bahwa setelah lima bulan sejak mulai
menggunakan aturan ini dalam pengobatan, kadar gula pada
saluran kantong kemih menghilang dengan sempurna. Kadar gula darahnya
berkurang drastis hingga mendekati batas alami.
Tokoh pertama yang menyatakan manfaat madu adalah
Defedoerf dari Rusia pada tahun1915 M. Dia menyebutkan bahwa
gula madu lebih utama dibandingkan dengan gulalainnya sebagai makanan para
penderita diabetes. Gula madu mencegah zat asam padadarah. Para ilmuwan
Rusia menemukan zat pada madu yang melakukan aktivitas insulindan bekerja
menyembuhkan kadar gula.
Seorang ilmuwan Universitas Otawa, Kanada, menetapkan
bahwa zat ini merupakan salah satu zat alkohol yang terdapat di dalam
madu. Akan tetapi, mereka tidak mengenalnya lebih jauh. Di dalam
madu, tersusun zat yang memotivasi aktivitas sel penghasil insulin.
Insulin sendiri, secara alami dihasilkan di pankreas.
Madu mengandung gula fruktosa, minyakuap, dan zat-zat
organik yang banyak.Semuanya bekerja menyembuhkan ginjaldari sebagian gangguan
aktivitas yang dihadapinya. Zat-zal ini sama sekali belumditemukan di
dalam madu. Akan tetapi,pengamatan medis menetapkan adanya perubahan yang
dirasakan saat berkurangnya aktivitas secara total dan keadaan
membaik yang luar biasa saat radang mikroba terhadap kantong kemih
dan saluran kantong kemih’
k. Mengandung Zat Antikanker
Para ilmuwan mengamati bahwa Penyakit kanker
jarang terjadi pada peternak lebah. Mereka belum menemukan zat-zatpenyebab
hal itu sehingga berkembanglah teori-teori yang menafsirkannya berikut
ini.
Teori pertama mengatakan bahwa racun lebah merupakan
penyebab resistensi (penghambatan) penyakit kanker bagi para peternak
lebah. Hal ini didasaripada seringnya peternak disengat lebah.
Teori kedua mengatakan bahwa sesungguhnya para peternak
lebah mengonsumsimadu yang mengandung kadar royal jelly yang tinggi.
Teori lainnya mengatakan bahwa penyebabnya adalah
konsumsi madu yang kaya akan serbuk sari. Pendapat ini dikuatkan
dengan hasil penemuan zat-zal kimia yang dihasilkan oleh lebah di
atas biji-bijian serbuk sari. Madu mencegah berpencarnya
sel-sel onkogen (calon kanker) di dalam tubuh si peternak. Akan
tetapi, semua teori ini belum dipastikan kebenarannya.
l. Mengandung Obat Gangguan Kehamilan
Pada awal masa kehamilan, ibu hamil menghadapi rasa
mual, muntah, dan berbagaigangguan pada darah. Para dokter belum menemukan
obat penyembuh keadaan ini. Penelitian baru-baru ini
menyebutkan bahwa ibu hamil jika mengonsumsi madu, kondisi kesehatannya
akan dapat membaik. Hal ini merupakan keberanian para doktermenggunakan
madu pada pengobatan. Hal itu dilakukan melalui injeksi pada urat
nadidengan konsentrasi 40%”. Banyak para dokter menyarankan penggunaan
madu ini sebagai makanan harian ibu hamil.
Pada madu terdapat zat antibiotik pembunuh mikroba
penyebab kerapuhan padamanusia. Di dalam darah, mikroba ini
biasa menyebabkan penyakit kekurangan kalsium.Oleh karena itu, madu
bertugas membunuh mikroba yang di dalamnya terdapat zat-zatpenurun kadar
kalsium. Jelaslah bahwa madu sesungguhnya merupakan zat penguattubuh yang
paling utama bagi manusia serta zat perlindungan utama dari kerapuhan.
n. Mengandung Zat yang Memperlambat Penuaan
Zatyang ada di dalam madu di antaranya memiliki khasiat
dalam meminimalkan tingkat racun internal di dalam tubuh. Hal ini
berpengaruh pada proses penuaan. Royal jelly sudah terbukti mampu
memperlambat penuaan pada ratu lebah. Begitu juga pada manusia
walaupun penelitian ke arah itu belum dilakukan.
o. Menyembuhkan Penyakit Mata dan Kulit
Dahulu, para dokter menggunakan madu untuk mengobati
trachoma (penyakit mata) bernanah. Seiring dengan perjalanan waktu,
madu tidak kehilangan fungsinya untuk mengobati penyakit mata. Para
dokter mata di Aodesa dan Ukrania merupakan para tokoh motivator yang
paling terkenal untuk mengobati penyakit mata dengan madu. Mereka
menetapkan bahwa madu memiliki pengaruh medis yang baik untuk setiap
penyakit radang kornea. Di sini, madubekerja sebagai tetesan pada mata.
Penetesan mata dengan madu menyebabkan cepatnya penyembuhan pada
banyak keadaan. Hal ini membuka pintu bagi para dokter untuk meneliti
madu sebagai obat penting untuk seluruh penyakit mata.
Madu juga berpengaruh baik terhadap radang kulit. Kita
telah membicarakan hal itu sebelumnya. Madu merupakan obat
yang banyak menyembuhkan penyakit, sebagaimanayang ditemukan oleh para
ilmuwan, sesuai dengan firman Allah Swt. Tentang madu berikut ini.
*… di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi
manusia….” (QS An Nahl, 16: 69)
Labels:
Artikel
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment